METROSIANTAR, WahanaNews.co - Aroma tak sedap kembali mencuat dari sektor perkebunan milik negara. Kali ini, sorotan mengarah ke Unit Kebun Mayang PTPN IV Regional II yang berada di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun. Dugaan kejanggalan dalam biaya perawatan kebun, khususnya kegiatan pruning (pemangkasan pelepah sawit), mulai menjadi perhatian publik.
Berdasarkan informasi dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, biaya pruning yang seharusnya bersifat rutin dan relatif rendah, diduga mengalami pembengkakan yang tidak wajar.
Baca Juga:
Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Seorang Siswa, Apa Motifnya?
“Kalau memang hanya pruning, kenapa biayanya bisa sebesar itu? Ini yang menjadi pertanyaan,” ujar salah satu sumber.
Secara umum, pruning merupakan kegiatan standar dalam perawatan kelapa sawit yang dilakukan secara berkala dengan biaya relatif kecil per hektare. Namun, kondisi di lapangan memunculkan dugaan adanya lonjakan anggaran yang tidak transparan.
Dugaan tersebut mengarah pada kemungkinan terjadinya mark-up anggaran hingga praktik pungutan terselubung. Jika benar, hal ini tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesejahteraan pekerja.
Baca Juga:
Luruskan Mitos Jerawat! Dokter Kulit Beberkan Fakta yang Sering Disalahpahami
Sejumlah pekerja dan warga sekitar mulai menyuarakan kekhawatiran mereka. Mereka mendesak pihak manajemen untuk membuka rincian penggunaan anggaran secara terbuka.
“Harus ada transparansi. Kalau memang tidak ada masalah, seharusnya data bisa dibuka,” ujar seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Kamis 2 April 2026. pihak manajemen Unit Kebun Mayang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.