METROSIANTAR, WahanaNews.co - Project pembangunan industri milik PT EcoOils Jaya Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, kini menuai kecaman keras dari publik.
Perusahaan yang menunjuk PT Kokoh Semesta (KS) sebagai kontraktor pelaksana Project tersebut diduga kurang terbuka masalah perekutan menpower fitter dan welder, dan diduga kuat mengabaikan bahkan menyingkirkan tenaga kerja lokal, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.
Baca Juga:
PT Basic Internasional Sumatera Diduga Banyak Pekerjakan TKA Tanpa Izin Resmi di KEK Sei Mangkei
Ironisnya, Project yang diklaim sebagai bagian dari program strategis nasional hilirisasi kelapa sawit dengan target menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti bahan kimia industri dan pakan ternak sapi dari limbah sawit justru tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun awak media WahanaNews.co, Project pembangunan PT EcoOils Jaya Indonesia lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja dari luar sumatera utara bahkan luar kabupaten simalungun, Sementara warga lokal yang berada tepat di sekitar kawasan industri KEK Sei Mangkei justru sulit mendapatkan pekerjaan, Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam, kemarahan, serta kecemburuan sosial.
KEK Sei Mangkei yang seharusnya menjadi lokomotif ekonomi daerah dan solusi pengangguran, kini justru dipersepsikan sebagai ruang eksklusif yang tidak berpihak kepada rakyat lokal.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran: Penertiban TKA di KEK Sei Mangkei Bukti Transformasi Ketenagakerjaan Menuju Indonesia Maju 2045
“Ini kawasan industri KEK Sei Mangkei di Simalungun, tapi tenaga kerjanya dari luar semua. Kami hanya jadi penonton di kampung sendiri,” ujar salah seorang warga kepada awak media, Minggu (11/01/2026).
Terkait hal tersebut, Management PT Kokoh Semesta bidang Human Resource Development (HRD) Bapak Syaiful yang dikonfirmasi awak media via WhatsApp (WA) di No +62 821-3330-xxxx tak memberikan keterangan.
Hingga berita ini diterbitkan pada 11 Januari 2026, Management PT Kokoh Semesta belum memberikan klarifikasi resmi. Sikap bungkam tersebut semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap adanya pelanggaran serius di sektor ketenagakerjaan.