METROSIANTAR, WahanaNews.co - Tumpukan sampah liar dan menimbulkan bauk busuk terlihat menggunung dan berserakan bebas di area belakang Kantor Gedung Pusat Inovasi KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun. Fakta ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran serius dan kelalaian pengelolaan lingkungan di kawasan strategis nasional tersebut.
Pantauan awak media WahanaNews.co di lokasi menunjukkan berbagai jenis sampah plastik, karung bekas, botol minuman, hingga limbah rumah tangga dibuang sembarangan di lahan terbuka. Ironisnya, lokasi ini berada tepat di sekitar pusat aktivitas perkantoran kawasan industri yang seharusnya menjadi contoh penerapan standar lingkungan dan green industry.
Baca Juga:
PT Basic Internasional Sumatera Prioritaskan Warga Lokal dalam Rekrutmen Karyawan
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Sampah tampak menumpuk dalam jumlah besar dan diduga telah berlangsung lama tanpa penanganan. Kondisi ini memicu kemarahan publik dan memperkuat dugaan lemahnya pengawasan, bahkan pembiaran sistematis oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.
"Ini bukan sekadar sampah. Ini kejahatan lingkungan. Kalau di kawasan ekonomi khusus KEK sei mangkei saja bisa seperti ini, bagaimana di tempat lain,” ujar warga sekitar dengan nada kesal.
Terkait hal tersebut, Management PT Kawasan Industri Nusantara (PT Kinra) bidang divisi Humas Bapak Windi yang dikonfirmasi awak media via WhatsApp (WA) di No +62 813-9624-xxxx tak memberikan keterangan.
Baca Juga:
Klarifikasi Resmi Terkait Tenaga Kerja di Project PT EcoOils Jaya Indonesia
Hingga berita ini diterbitkan pada 31 Januari 2026 Media WahanaNews.co menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata, bukan sekadar janji dan klarifikasi normatif.
[ Redaktur : SJM14 ]