Berkaitan dengan kebijakan Kementerian Perdagangan untuk menerapkan harga minyak goreng satu harga, yaitu Rp 14 ribu/liter, Plt Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar Elpiana Turnip masih menyesuaikan.
“Kota Pematangsiantar bekerjasama dengan PT Industri Nabati Lestari (INL) yang di Sei Mangkei akan memasok minyak goreng sebanyak 20.000 liter di Kota Pematangsiantar. Ini nanti akan kita salurkan. Jadwalnya akan kita koordinasikan,” ujar Elviana saat ditemui seusai rapat di SMA Negeri Pematangsiantar.
Baca Juga:
Skandal Minyakita di Depok: Takaran Palsu dan Tak Pekerjakan Warga Lokal
Elpiana mengakui, pihaknya tak bisa serta merta meminta pedagang menurunkan harga minyak goreng di eceran. Oleh sebab itu, dinas memberikan kesempatan para pedagang untuk menghabiskan stoknya.
“Masyarakat juga bisa memilih untuk membeli (minyak goreng) di pasar modern yang sudah menjual di angka Rp 14 ribu/liter,” katanya.
Elpiana juga menyampaikan pihaknya sudah ikut membahas rencana distribusi pasar murah. Sejauh ini belum ada fenomena panic buying di kalangan masyarakat.
Baca Juga:
Sidak di Solo, Menteri Amran Temukan MinyaKita ‘Disunat’ Lagi
“Belum bisa saya pastikan kapan pasar murah. Tapi tetap di Januari 2022 ini. Pihak PT INL masih menunggu kordinasi dari pemerintah pusat, jadi bukan kita yang tidak siap,” tutupnya.
Sejumlah swalayan dan minimarket di Kota Pematangsiantar sudah menerapkan harga yang diarahkan pemerintah yaitu Rp 14 ribu/liter.
Namun tak terlihat lonjakan pembelian seperti yang terlihat di Supermarket Suzuya. [jat]