Pantauan lapangan, Djarot didampingi Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumut, Meriahta Sitepu beserta fungsionaris DPC PDI Perjuangan Langkat.
Sementara itu, Ika anak korban menyampaikan saat kejadian, ia bersama sang kakak melihat ayahnya menghalau tatkala gerombolan massa datang menghancurkan rumahnya.
Baca Juga:
Delapan Fraksi DPR Sepakat RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 Dilanjutkan, Soroti Efektivitas Belanja Negara
"Waktu itu kejadian habis ashar dan mereka berteriak di depan rumah kami. Bapak pada saat itu menghalau dan menanyakan apa sebab rumahnya dihancurkan, lalu beberapa orang mencoba untuk menerobos masuk," jelasnya.
Ia mengatakan, setelah dihalau masuk, massa semakin beringas. Maka, seorang warga berinisial T datang membawa kayu, kemudian memukul dahi ayahnya hingga berlumuran darah. "Bapak terkapar dan berlumuran darah, kami bersama saudara membawa bapak ke rumah sakit," jelasnya.
Ika mengatakan, saat ini ia bersama para tetangga, lima kepala keluarga lainnya mengungsi di desa lain. "Ada 40 warga yang tinggal di rumah warga di Desa Tani Jaya karena kita semua masih takut kembali ke sana," pungkasnya.
Baca Juga:
KPK Jerat Bupati Langkat dan Mantan Tim Sukses dalam Kasus Suap Proyek
[Redaktur : Hadi Kurniawan]