Saat itu, ketiga pelaku yang merupakan bocah SD dan SMP membawa anaknya ke perladangan.
Dari pengakuan korban, dia dibawa ke perladangan dengan cara ditutup matanya.
Baca Juga:
Wapres Gibran Kecam Keras Kasus Pelecehan Seksual 50 Santriwati di Ponpes Pati
Setelah tiba di perladangan, para pelaku melakukan pelecehan dengan menusukkan benda tumpul ke area sensitif korban.
Kasus ini terungkap saat korban merasa kesakitan.
SM kemudian membujuk anaknya untuk cerita.
Baca Juga:
Soal Pelecehan Seksual di Grup Chat Fakultas Teknik, Rektor IPB Buka Suara
Begitu mendengar pengakuan putrinya, SM bak disambar petir.
Hatinya hancur. Dia merasa marah, karena putri kandungnya diperlakukan tidak senonoh oleh ketiga bocah tersebut.
Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit yang ada di Kota Tebingtinggi, alat vital korban sudah robek.