Inflasi ini sebagian besar disumbang oleh kelompok bahan makanan, jasa makanan dan minuman, pelengkapan RT serta perumahan.
Berdasarkan kondisi internal potensi tekanan inflasi dipengaruhi oleh pelonggaran aktivitas masyarakat seiring melandainya Covid-19, meningkatnya daya beli masyarakat (pencairan bansos dan THR), budaya konsumtif terutama di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri yang tidak diiringi pasokan yang cukup, dan dinamika implementasi kebijakan HET minyak goreng yang menyebabkan kelangkaan stop di pasar.
Baca Juga:
Jelang Idulfitri, Tri Adhianto Bagikan Beras dan Sarung untuk Marbot Masjid
Sedangkan berdasarkan kondisi eksternal potensi risiko tekanan inflasi dipengaruhi oleh kondisi geopolitik (perang Rusia vs Ukraina), kenaikan harga pangan/komoditas dunia, kelangkaan container, dan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang dapat melemahakan nilai tukar Rupiah.
Strategi pengendalian inflasi di Sisi Batas Labuhan, seluruh TPID dapat menjalankan Roadmap TPID 2022-2024 sejalan dengan strategi pengendalian inflasi nasional dengan menggunakan strategi 4K.
Monitoring Harga, Mapping Stok Pangan, Pengawasan Distribusi, Operasi Pasar dan mengelola ekspektasi masyarakat dan himbauan belanja bijak.
Baca Juga:
Perkuat Silaturahmi Legislatif-Eksekutif, DPC PKB Kota Bekasi Undang ‘Bukber’ Wakil Wali Kota Bekasi
Pada perhelatan acara HLM TPID Wilker BI Pematangsiantar ini juga dipilih 3 TPID terbaik. [jat]