METROSIANTAR, WahanaNews.co - Diduga Proyek pembangunan rigid pavement (Beton Jalan) dan Drainase di Jalan Geo Soral, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, menuai sorotan tajam publik. Proyek sepanjang kurang lebih 600 meter yang menggunakan anggaran negara itu diduga dikerjakan asal jadi dan sarat kelemahan pengawasan, khususnya dari pihak Unit Pembangunan Infrastruktur Kawasan Industri PISMK Sei Mangkei.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Selasa (28/01/2026), kondisi fisik jalan beton menunjukkan sejumlah indikasi cacat pekerjaan. Terlihat retakan memanjang, sambungan beton terbuka, serta permukaan jalan yang tidak rata. Sementara pada bagian drainase, tampak rembesan air bercampur karat besi, yang mengindikasikan rendahnya mutu material serta lemahnya pengendalian teknis dalam pelaksanaan proyek.
Baca Juga:
PT Basic Internasional Sumatera Prioritaskan Warga Lokal dalam Rekrutmen Karyawan
Fakta-fakta tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan konstruksi tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang dipersyaratkan.
Pengawasan Unit Pembangunan Infrastruktur Kawasan Industri PISMK Sei Mangkei Dipertanyakan
Dalam proyek konstruksi, PISMK (Pejabat/Tim Pengawas Satuan Manajemen Konstruksi) memiliki peran strategis dan krusial, antara lain:
Baca Juga:
Klarifikasi Resmi Terkait Tenaga Kerja di Project PT EcoOils Jaya Indonesia
Mengawasi mutu dan kualitas pekerjaan konstruksi
Memastikan pekerjaan sesuai gambar rencana dan spesifikasi teknis
Mengendalikan volume pekerjaan, ketebalan beton, dan mutu material