Komoditas pangan seperti ikan dencis ikan gembung dijual seharga Rp 50.000 sampai Rp 60.000 per kg, harga daging sapi Rp 130.000 per kg dan harga daging ayam ras mengalami penurunan Rp 23.000 sampai Rp 25.000 per kg.
Kondisi demikian kemungkinan besar dipengaruhi mahalnya harga pupuk.
Baca Juga:
Pemprov Kalbar Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025
Bahkan harga pupuk subsidi juga mengalami kenaikan hampir 100 persen. Akibat pupuk yang juga langka, petani kesulitan untuk bercocok tanam.
“Semua mahal, masak kalau ga pedas ga enak,” keluh seorang ibu kepada rekannya yang semuanya hampir sama mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan bumbu dapur tersebut.
Di sisi lain, pemerintah menghimbau masyarakat agar bersiap-siap dan jangan kaget karena naiknya sejumlah harga kebutuhan.
Baca Juga:
Bupati Agam Benni Warlis Tinjau Pasar, Pastikan Harga dan Distribusi Ramadhan
Hal itu disinyalir membuat masyarakat ekonomi menengah kebawah menjadi was-was dan cemas.
“Kalau pegawai iyalah, kalau seperti awak ini macam mana kalau semua mahal,” ketus Ibu sambil berharap pemerintah harus berupaya jangan menaikan harga, khususnya harga BBM.
Menurut mereka, dengan naiknya harga BBM, otomatis semua kebutuhan juga akan naik.